<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA(Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku) Archives - Fakultas Hukum Universitas Pattimura</title>
	<atom:link href="https://fh.unpatti.ac.id/tag/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesiakajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fh.unpatti.ac.id/tag/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesiakajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/</link>
	<description>Ad Augusta Per Angusta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Oct 2023 08:11:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://fh.unpatti.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/favicon.ico</url>
	<title>IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA(Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku) Archives - Fakultas Hukum Universitas Pattimura</title>
	<link>https://fh.unpatti.ac.id/tag/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesiakajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA  (Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)</title>
		<link>https://fh.unpatti.ac.id/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/</link>
					<comments>https://fh.unpatti.ac.id/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[FHukum CMSMaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2015 05:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA(Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://103.56.70.113/index.php/2015/04/27/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/</guid>

					<description><![CDATA[<p>IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA (Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)   Oleh : John Dirk Pasalbessy Abstrac Pemenuhan kesejahteraan anak dengan pendekatan perlindungan dari berbagai aspek yang  selama ini telah diusahakan belumlah memuaskan.  Diakui, bahwa walaupun kebijakan perlindungan anak dan kebijakan kesejahteraan anak telah mengakomodasikan berbagai kepentingannya, namun jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://fh.unpatti.ac.id/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/">IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA  (Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)</a> appeared first on <a href="https://fh.unpatti.ac.id">Fakultas Hukum Universitas Pattimura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="338" class="elementor elementor-338" data-elementor-post-type="post">
				<div class="elementor-element elementor-element-3435e42d e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="3435e42d" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-38776314 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="38776314" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h1 class="MsoTitle" style="text-align: center;"><span style="font-family: 'Trebuchet MS', 'sans-serif'; color: #000000;">IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA</span></h1><h1 class="MsoTitle" style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><em style="text-align: center; font-size: 12.1599998474121px; line-height: 1.3em;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-bidi-font-family: 'Arial Narrow'; mso-ansi-language: IN;">(Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)</span></em></span></h1><h1><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: 'Comic Sans MS';"> </span></strong></span></h1><h1 style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Oleh : John Dirk Pasalbessy</span></h1><p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Trebuchet MS', 'sans-serif'; color: #000000;"> </span></p><h1><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia, 'serif'; color: #000000;">Abstrac</span></h1><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="color: #000000;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Pemenuhan kesejahteraan anak dengan pendekatan perlindungan dari berbagai aspek yang  selama ini telah diusahakan belumlah memuaskan.  Diakui, bahwa walaupun kebijakan perlindungan anak dan kebijakan kesejahteraan anak telah mengakomodasikan berbagai kepentingannya, namun jika hal itu tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana pendukung, tidak mungkinakan  membawa hasil. Dalam konteks perlindungan hak asasi manusia, perlindungan anak bukan semata-mata merupakan masalah nasional suatu bangsa,  tetapi  juga merupakan masalah internasional. Hal  terlihat dalam beberapa dokumen internasional yang  mencantumkan hak-hak anak,  baik di bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun hukum, yang disahkan berlaku dengan KEPRES No. 36 Tahun 1990,.</span></em></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="color: #000000;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Guna memberikan perlindungan terhadap kepentingan kesejaheraan anak di Indonesia, maka Undang-Undang Nomor : 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia merupakan undang-undang payungi terhadap kepentingan anak diberbagai peraturan.  Kaitannya dengan anak korban kekerasan di Maluku, selama dan pasca konflik, tidak banyak yang dapat diharapkan. Kepedulian terhadap anak-anak korban kekerasasn Maluku selama ini lebih banyak dilakukan  oleh  kalangan lembaga swadaya masyarakat  ketimbangan peran pemerintah. Karena itu kedepan yang menjadi persoalan adalah bagaimana mengimplementasikan hak-hak anak korban kekerasan di Maluku  guna memulihkanikeberadaan mereka selama ini. </span></em></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="color: #000000;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;"> </span></em></span></p><p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoHeader" style="line-height: 150%; tab-stops: 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><strong><em>A.  Latar Belakang</em></strong></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Umumnya dalam membicarakan implementasi hak dalam kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesai, orang sering mengkaitkannya dengan penerapan aturan hukum. Pandangan demikian tidaklah keliru karena  secara fungsional, hukum (dalam arti undang-undang) dapat dilihat dari berbagai perspektif, dan dalam keadaan yang konkrit hukum dilihat dan dinilai sebagai apa yang seharusnya terjadi. </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto, (1979) dalam kaitan ini mengakui,bahwa sebagai sub sistem budaya dan sosial, hukum mempunyai  fungsi tertentu, antara lain fungsi mempertahankan pola dan integritas. Jawaban atas fungsi dimaksud dapat didekati dari pemahaman akan pengetian hukum itu sendiri.  Menurut kedaua hali hukum itu,  kemungkinan arti yang diberkan pada hukum meliputi   :</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;"> </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;"> </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">a.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti disiplin, yaitu sistem ajaran;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">b.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti ilmu pengetahuan;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">c.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti kaidah;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">d.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti tata hukum;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">e.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti petugas;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">f.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti keputusan pejabat;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">g.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti proses pemerintahan;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">h.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti perilaku yang “ajeg”;</span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l4 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">i.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span></span><!--[endif]--><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">Hukum dalam arti jalinan nilai-nilai. </span></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;"> </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Terlepas dari persepsi yang demikian, yang jelasnya bahwa jika dikaji dari perpektif kebijakan <em>(policy)</em> antara penerapan <em>(aplikasi)</em> aturan-aturan hukum dengan proses pembuatan hukum <em>(law making process)</em> ada keterpaduan <em>(integrated)</em>, dalam arti sinkron <em>(serasi, selaras, seimbang),</em> baik ditinjau dari aspek <em>substansi, struktur</em> maupun <em>kulutr</em> hukum (undang-undang) itu sendiri. </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Sama halnya dengan implementasi hak-hak anak di dalam berbagai perundang-undangan di Indonesia selama ini. Berbagai komentar yang datanganya dari berbagai kalangan dalam masyarakat terhadap kehidupan dan masa depan anak selama ini merupakan sebuah korekesi dan harapan agar anak mendapat perlindungan sesuai dengan harkat dan martabatnyta. Pandangan ini beralasasn, karena pemenuhan hak-hak anak selama ini masih jauh dari yang diharapkan, padahal dalam tataran masyarakat di manapun anak sering dijadikan sebagai alasan untuk merubah suatu situasi tertentu.</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Implementasi hak-hak anak adalah,  upaya  sinkronisasi hak dan kebebasan anak yang diakui sebagai hak dasar dan bersifat kodrati, serta yang melekat sejak lahir sebagai bagian dari hak asasi manusia. Hak mana memang diakui dan dilindungi, baik secara universal bagi semua bangsa-bangsa di dunia, maupun pengakuan dan perlindungannya menurut hukum nasional suatu negara.  Pengakuan dan perlindungan hukum terhadap berbagai hak dan kebebasan anak <em>(fundamental rights and freedom of children)</em> ini dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan dan masa depan anak. </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Dalam perkembangannya, perlindungan anak telah berlangsung sejak lama. Munculnya pengadilan anak <em>(juvenille court)</em> pertama di daerah <em>Illionis</em> Amerika Serikat tahun 1899 yang didasarkan  pada “<em>asas parens patrtae”</em>  menandakan keinginan kuat agar anak patut dilindungi. Perjuangan ini kemudian dilanjutkan dengan diakomdirnya Resolusi PBB Nomor : 1386 (XIV), 20 Nopember 1959, yang kemudian berpuncak pada Resolusi PBB No. 44/25, tertanggal  20 Nopember 1989 tentang  <strong><em>“Convention on the Rights of the Chlid”,</em></strong> di mana jiwa dari resolusi ini terlihat dalam Mukadimah, yakni <em>“Umat manusia berkewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak”.</em></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Gaun konvensi hak-hak anak ini memang memilik makna besar dalam konteks perjuangan dan pemberian perlindungan anak dilingkungan masyarakat internasional.  Karena itu yang menjadi persoalan selanjutnya adalah, (a) seberapa jauh implementasi hak-hak anak ini ke dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia selama ini; (b) apakah implementasi tersebut telah memberikan makna dan harapan bagi masa depan anak selama ini; (c) lalu bagaimana dengan anak-anak yang berada pada situasi dan dampak konflik sosial dan militer selama ini, seperti Aceh, Papua, Maluku Posso dan beberapa daerah lainnya.</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Implementasi hak-hak anak yang terjabar di dalam usaha perlindungan anak memiliki ruang lingkup yang luas, mengingat kesejahteraan anak tidak hanya mencakup kebutuhan sosial dan ekonomi saja, tetapi juga aspek lainnya, seperti perlindungan dibidang peradilan, anak terlantar, anak jalanan, anak korban kekerasan baik fisik maupun seksual dan lain sebagainya. Pemikiran ini memang sejalan dengan pengertian perlindungan anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Anak, yang menyebutkan bahwa  perlindungan anak adalah :</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisdipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;"> </span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Arti, makna, hakikat dan tujuan perlindungan anak ini setidaknya memberikan ketegasan bahwa anak dan segala hak yang melekat pada dirinya perlu mendapat jaminan perlindungan, baik sosial, budaya, ekonomi, politik maupun hukum. Hal ini dimaksudkan agar anak dalam perkembangannya memiliki hak untuk hidup dan berkembang sesuai kemampuan intelektualnya, dan melalui kemampuan tersebut, anak mampu menyesuaikan diri dengan sesamanya ataupun orang tua dan manusia lain sesuai harkat dan martabaytnya.</span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;"> </span></p><p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"><span style="color: #000000;"><strong><em><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; mso-ansi-language: IN;">B. Hak-Hak Anak di dalam Dokumen Internasional</span></em></strong></span></p><p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'serif'; color: #000000;">Pengaturan terhadap hak-hak anak di dalam berbagai deklarasi maupun instrumen mencakup perlindungan yang cukup luas, bukan saja mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, tetapi juga mencakup perlindungan dibidang peradilan, seperti  yang kita  temu dalam beberapa dokumen, antara  lain (UN, 1993) :  </span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>1.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Deklarasi Jenewa tentang Hak-Hak Anak Tahun 1924, yang kemudian dikukuhkan dalam Resolusi Majelis Umum PBB No. 1386 (XIV), tanggal, 20 Nopember 1959 mengenai <em>“Declaration of The Rights of The Child”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->2.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB 40/33 tanggal, 30 Nopember 1985  mengenai <em>United Nations Standar Minimum Rules for the Adminstration of Juvenille Justice (The Beijing Rules);</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->3.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB No. 40/85, tanggal 29 Nopember 1985 mengenai <em>The Prevention of Juvenille Delinquency”</em>;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->4.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB No. 41/85 tanggal, 3 Desember 1986 mengenal <em>Declaration an Social and Legal Principles Relating to the Protection and Welfare of Childern, with Sepecial Reference to Foster Plecement and Adoption Nationally and Internationally:</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>5.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB No. 43/121 tanggal, 8 Desember 1988 mengenai <em>“the use of children in the illicit traffict in narcotic dugrs”,</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>6.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Resolusi  Majelis Umum PBB No. 44/25 tanggal, 20 Nopember 1989 mengenai<em> Convention of the Rights of the Child”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>7.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Resolusi ECOSOC 1990/33, tanggal 26 Mei 1990 mengenai <em>“The Prevention of Drug Consemption among yong persons”</em>;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>8.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB 45/112 tanggal, 14 Desember 1990 mengenai <em>“United Nations Guidilines for the Prevention of Juvenille Delinquency” </em>(The Riyadh Guidellines);</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>9.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Resolusi Majelis Umum PBB No. 45/113, tanggal 14 Desember 1990 mengenai “<em>United Nations Rules for the Protection of Juvenille Deprived of Their Liberty”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->10.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]--> Resolusi Majelis Umum PBB No. 45/115 tanggal 14 Desember 1990 mengenai <em>“The Instrumental use of children in criminal activities:;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->11.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]-->Resolusi KOMISI HAM PBB <em>(Commission on Human Rihgts)</em> 1993/80, tertanggal 10 Maret 1993 mengenai “<em>The application of the international standards concerning the human rights of detained juveniles”</em>;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->12.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]--> Resolusi Komisi HAM 1990/90 tanggal, 9 Maret 1994 mengenai <em>“The Aced to adopt effective internmational measure for the prevention amd  eradication of the sale of children, child prostitution and child pornogragphy”:</em>;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->13.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]-->Resolusi Komisi HAM 1994/92 tanggal, 9 Maret 1994 mengenai <em>“The Special Reporting on the sale of children, child prostitution and pornography”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>14.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span></em><!--[endif]-->Resolusi Komisi HAM 1994/93 tanggal 9 Maret 1994 mengenai <em>“The Rlight of Streert Children”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>15.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span></em><!--[endif]--> Resolusi Komisi HAM 1991/93 tanggal 9 Maret 1994 mengenai <em>“The effecets of armed conflicts on childern’s lives”;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->16.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]-->Kongres PBB ke IX tahun 1995, mengenai <em>“The Prevention of Crime and The Treatmen of Offenders”,</em> yang mengajukan 2 (dua) draft resolusi, yakni :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l5 level1 lfo2;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-style: italic;">§<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span></span><!--[endif]--><em>Application of United Nations Standards and Norms in Juvenille Justce (Document A/CONF. 159/15) dan;</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l5 level1 lfo2;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-ansi-language: IN;">§<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span></span><!--[endif]--><em>Elemenation of Viol for Againt Childerns</em>.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dokumen/instrumen internasional ini merupakan dasar pertimbangan dan perlindungan pada tingkat internasional, walaupun harus diakui masih dalam bentuk perjanjian <em>(deklarasi)</em>, atau juga perjanjian/persetujuan bersama <em>(konvensi),</em> maupun resolusi, namun haruslah dianggap sebagai  pedoman <em>(guidelines). </em> Jelasnya bahwa dokumen internasional ini merupakan refleksi dari kesadaran serta keprihatinan masyarakat internasional terhadap perlindungan akan keadaan buruk yang menyedihkan dan telah menimpa berjuta-juta anak di seluruh dunia saat ini .</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Pengakuan dan perlindungan terhadap anak-anak sebagaimana tergambar dalam berbagai dokumen/instrumen internasional di atas merupakan komitmen masyarakat bangsa-bangsa, yang bukan saja ditujukan pada hak-hak anak secara umum, tetapi mencakup pula komitmen terhadap perlindungan hak-hak anak bermasalah baik fisik, kejiwaan <em>(mental</em>) maupun sosial, budaya, ekonomi dan politik. Dalam pada itu, maka usaha perlindungan hak-hak anak sangat ditentukan oleh adanya kebijakan perlindungan anak <em>(child protection policy)</em> dan kebijakan kesejahteraan anak <em>(child welfare policy)</em> yang kondusif terhadap usaha-usaha perlindungan hak-hak anak itu sendiri. (Hadisuprapto, 1996)</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Instrumen internasional mengenai perlindungan hak-hak anak sebagaimana tertuang dalam Resolusi PBB 44/25  tertanggal, 20 November 1898 tentang <em>Convention on the Rights of The Child</em>  (Konvensi Hak-Hak Anak), yang kemudian diatur dalam Resolusi PBB 1386/XIV, tanggal 20 Desember 1959 tentang <strong><em>Declaration of the Rights of the Chlid</em></strong> (Deklarasi Hak-Hak Anak, Tahun 1959), memuat  10 (sepuluh) asas pokok, yang meliputi :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->1.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak berhak menikmati semua haknya sesuai ketentuan yang terkandung dalam Deklarasi ini. Bahwa setiap anak tanpa kecuali harus dijamin hak-haknya tanpa membedakan suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik atau pandangan lain, kebangsaan atau tingkatan sosial, kaya miskin, kelahiran atau status lain, baik yang ada pada dirinya maupun keluarganya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->2.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak berhak memperoleh perlindungan khusus, dan harus memperoleh kesempatan yang dijamin oleh hukum dan sarana lain, agar menjadikannya mampu untuk memgembangkan diri sercara fisik, kejiwaan, moral, spiritual dan kemasyarakatan dalam situasi yang sehat, normal sesuai kebebasan dan harkatnya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->3.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak sejak dilahirkan berhak akan nama dan kebangsaan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->4.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak berhak dan harus dijamin secara kemasyarakatan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->5.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak yang cacat fisik, mental dan lemah kedudukan sosialnya akibat suatu keadaan tertentu harus memperoleh pendidikan, perawatan dan perlakuan khusus;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->6.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Agar supaya kerpibadian anak tumbuh secara maksimal dan harmonis, ia memerlukan kasih sayang dan pengertian. Sedapat mungkin ia dibesarkan dibawah asuhan dan tangungjawab orang tuanya sendiri, dan bagaimanapun harus diusahakan agar tetap berada dalam suasana yang penuh kasih sayang. Sehat jasmani dan rohani;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->7.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak berhak mendapat pendidikan wajib secara cuma-cuma sekurang-kurangnya pada ditingkat sekolah dasar. Mereka harus mendapat perlindungan yang dapat meningkatkan pengetahuan umumnya, atau yang memungkinkannya atas dasar kesempatan yang sama guna mengembangkan kemampuan, pendapat pribadinya dan perasaan tanggungjawab moral dan sosialnya, sehingga mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Anak juga mempunyai kekebasan untuk bermain dan berrekreasi yang diarahkan untuk tujuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah yang berwenang harus berusaha meningkatkan pelaksanan hak ini.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->8.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Dalam keadaan apapun anak harus didahulukan dalam menerima perlindungan dan ertolongan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->9.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Anak harus dilindungi dari sebagai bentuk kealpaan, kekerasaan, penghisapan. Ia tidak boleh dijadikan subjek perdagangan, artinya anak tidak boleh bekerja sebelum usia tertentu, ia tidak boleh dilibatkan dalam pekerjaan yang dapat merugikan kesehatan atau pendidikannya, maupun yang dapat mempengaruhi perkembangan tubuh, jiwa atau akhlaknya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->10.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">  </span><!--[endif]--> Anak harus dilindungi dari perbuatan yang mengarah ke dalam bentuk diskriminasi sosial, agama maupun bentuk-bentuk diskriminasi lainnya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Kesepuluah asas ini merupakan <strong><em>“declaratory statement”</em></strong><em>,</em>  yang lebih bersifat <strong><em>“binding piece of international legislation”</em>,</strong>  yakni suatu ketentuan yang lebih bersifat mengikat dan terperinci dan yang tertuang dalam pasal-pasal konvensi. Karena itu asas-asas pokok pelindungan anak ini merupakan pencerminan dari suatu pendekatan yang sifatnya <strong><em>holistic</em></strong>, artinya hak-hak anak tidak dilihat secara sempit, tetapi harus dilihat secara luas, sesuai ruang lingkup perlindungan hak asasi manusia, seperti hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;"><strong><em>C.  Issue Perlunya Perlindungan  Anak</em></strong></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Bertolak dari pengaturan dan jaminan perlindungan hukum bagi hak-hak anak sebagaimana ditegaskan dalam deklarasi/instrumen internasional di atas, maka perlindungan hukum bagi hak-hak anak mencakup berbagai aspek kehidupan,  seperti :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->1.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan terhadap hak-hak asasi dan kebebasan anak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->2.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan anak dalam proses peradilan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]--><em>3.<span style="font-style: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span></em><!--[endif]-->Perlindungan kesejahteraan anak  <em>(dalam lingkungan keluarga, pendidikan dan lingkungan sosial);</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->4.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan anak dalam masalah penahanan dan perampasan kemerdekaan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->5.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlidnungan anak dari segala bentuk eksploitasi <em>(perbudakan, perdagangan anak, pelacuran dan pornografi, perdagangan dan penyalahgunaan obat-obatan, memperalat anak dalam melakukan kejahatan);</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->6.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan terhadap anak-anak jalanan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->7.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan anak dari akibat-akibat peperangan/konflik bersenjata;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->8.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Perlindungan anak dari tindakan kekerasan</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Cakupuan terhadap perlindungan anak sebagaimana diidentifikasi di aatas ternyata tidak hanya mencakup perlindungan dalam proses peradilan saja atau anak bermasalah, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan anak yang luas.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Pada pertemuan kelompok ahli PBB <em>(United Nations Experts Group Meeting)</em> di Vienna, Austria, 1994 perlindungan anak hendaknya ditekankan pada usaha untuk  menanggulangi masalah (Barda Nawawi Arief, 1997)</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->1.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]--><strong><em>Working Children</em></strong>, di mana banyak anak-anak yang menjadi pekerja penuh, <em>(full time child labour) </em>perdagangan anak <em>(sale fo children),</em> prostitusi anak <em>(child prostitution),</em> perbudakan anak <em>(child bondage),</em> ponografi anak <em>(child pornography)</em>  akibat meningkatnya <em>“sex tourism”</em>’;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->2.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]--> <strong><em>Street Childern</em></strong>, di mana diperkirakan ada sekitar  100-150 juta anak jalanan diseluruh dunia saat ini. Yang memprihatinkan adalah bahwa disamping mereka berjuang untuk mempertahankan hidup secara materiil, mereka juga menjadi sasaran  dari penyalahgunaan dan eksploitasi, seperti street theieves, street prostitution, drug trade, dam aktivitas kejahatan terorganiser lainnya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 39.75pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->3.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]--><strong><em>Childern in Armed conflict, </em></strong>di mana dalam sutiasi konflik, banyak anak-anak yang menjadi korban, seperti terbunuh, cacat, mengungsi bahkan ada yang hilang. Belum lagi yang menjadi korban perkosaan dan menderita tekanan kejiwaan <em>(stress dan trauma)</em>. Permasalahan yang sulit dihadapi adalah melakukan pembinaan dan reorientasi mereka dari situasi/budaya konflik ke budaya damai <em>(culture of peace)</em>;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->4.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]--><strong><em> Urban war zones, </em></strong>di mana suasana kekerasaan dan ketidak-terntraman dalam lingkungan kehidupan sehari-hari baik di kota maupun pada wilayah <em>“zona peperangan” </em>yang menempatkan anak-anak dalam resiko yang sangat gawat <em>(grave risk)</em>, terutama jika timbul kemelaratan, penggunaan obat bius dan senjata serta kejahatan sebagai kenyataan hidup sehari-hari;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->5.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]--><strong><em>The Instrumenal use of Chlidern,</em></strong> yang merupakan persoalan khusus dari kalangan para pakar pada pertemuan di Roma, Italia tahun 1992. Masalah ini juga dijadikan Rekomendasi Kongers PBB ke-8/1990 kemudian menjadi Resolusi PBB No. 45/115 Tahun 1990. Ditegaskan bahwa salah satu faktor kondusif terjadinya praktek memperalat anak dalam/untuk melakukan kejahatan adalah tidak adanya UU khusus yang memidana orang dewasa yang melakukan ekploitasi terhadap anak-anak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Apa yang diakomodir di atas sangatlah beralasan, karena ternyata usaha perlindungan anak merupakan usaha yang rasional, yang harus ditanggulangi secara bersama dan bukan secara perorangan saja. Karena itu perlu dipertanyakan seberapa jauh kebijakan <em>(policy)</em> pemerintah terhadap perlindungan anak selama ini.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Arif Gosita (1983 : 169) ketika membicarakan masalah perlindungan anak menandasakan :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt;"><span style="color: #000000;">Dalam rangka pembahasn masalah perlindungan anak perlu kita mempunyai pengertian tentang keadilan yang tepat. Rasa keadilan seseroang akan mempengaruhi adanya kelangsungan kegiatan perlindungan anak. Keadilan di sini adalah suatu kondisi di mana setiap orang dapat melaksanakan hak dan kewajibannya secara rasional, bertanggungjawab dan bermanfaat.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Selanjutnya dikkatakan oleh Gosita, <em>“jika dikaitkan dengan perlindungan anak, maka di mana ada keadilan, di situ seharusnya terdapat pula perlindungan anak yang baik”.</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Di dalam Pasal 2, 3 dan 4 Undang-Undang Nomor : 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak, ditegaskan bahwa <em>“anak berhak atas  pemelihraan dan perlindungan, baik semasa dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan”</em>. <em>Anak juga  berhak atas perlindungan-perlindungan terhadap lingkungan hidup yang dapat membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan yang wajar.</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Penegasan ini sebenarnya ingin menegaskan dan mendorong kita semua bahwa perlindungan anak dalam rangka mengusahakan kesejhateraan anak dan perlakuan yang adil terhadap anak merupakan bahagian dari kehidupan yang santa penting. Karena itu adalah wajar jika yang mengusahakan perlindungan anak (kesejahteraan anak) adalah tanggungjawab bersama antara “pemerintah dan masyarakat”.  Di dalam Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2002 Tentang Pelindungan Anak, dinyatakan bahwa kesejhateraan anak i adalah, <em>“hak dari setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dengan demikian, menjadi jelaslah bahwa usaha perlindungan anak dalam arti mengusahakan kesejaherataan anak selain merupakan seruan dan dambaan masyarakat internasional, juga merupakan komitmen nasional untuk melindungi anak dari berbagai masalah yang mereka hadapi.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Persoalannya kini, bagaimana implemenasi perlindungan anak yang terakomdir dalam Deklarasi Hak-Hak Anak selama ini.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;"><strong><em>D.</em></strong> <strong><em>Implementasi Konvensi Hak-Hak Anak   </em></strong></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Implementasi hak-hak anak sebagaimana tertuang di dalam dokumen/instrumen internasional selama kurun waktu beberapa tahun terakhir ini tampak dalam beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->1.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Kepres No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan berlakunya Konvensi Hak-Hak Anak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->2.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Di dalam undang-undang ini diyatakan tentang HAK  ANAK, yang meliputi  :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->a)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan dan bimbingan berdasarkan kasih sayang, baik dalam keluarganya maupun di dalam asuh khusus untuk tumbuh mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->b)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak  atas pelayanan untuk mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->c)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak atas pemeliharaan dan perlindungan, baik semasa dalam kandungan, maupun sesudah dilahirkan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->d)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">     </span><!--[endif]-->Hak atas perlindungan terhadap lingkungan hidup yang membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Perwujudan terhadap hak-hak anak ini memang penting dan  bergantung dari sejauhmana peran serta kewajiban orang tua dalam memenuhi berbagai kebutuhan mereka, baik fisik, jasmaniah maupun sosial. Orang tua yang terbukti melalaikan tanggungjawab sehingga mengakibatkan hambatan dalam perkembangan dan pertumbuhan anak, maka kuasa asuhnya dapat dicabut  melalui keputusan hukum, dengan tidak menghapuskan kewajibannya untuk membiayai kemampuannya, penghidupan, pemeliharaan, dan pendidikan anak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->3.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Undang-undang ini lebih bersifat procedural, di mana substansinya lebih mengatur tentang bagaimana anak diperlukan selama dan dalam proses pemeriksaan pada lembaga pengadilan, baik kasus perdata maupun kasus pidana.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dalam pada itu, perlu dipahami bahwa keterlibatan  pengadilan dalam kehidupan anak dan keluarganya senantiasa ditujukan pada upaya penanggulangan keadaan anak yang buruk, pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anak, penelantaraan anak, serta eksploitasi anak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dibidang peradilan perdata, perlindungan anak dapat meliputi :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->a)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Kedudukan anak sah dan hukum waris;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->b)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Pengakuan dan pengesahan anak diluar nikah;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->c)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Kewajiban orang tua terhadap anak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Sedangkan di bidang peradilan pidana, diatur hal-hal menyangkut proses pemeriksaan pada tingkat penyidikan, penuntutan, pemeriksaan pengadilan hingga menjalani pidana. Peneasan merupakan penjabaran dari Artikel 37 dan 40 Konvensi Hak Anak,  yang memuat hal-hal  :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt;"><span style="color: #000000;">a) Hak untuk tidak disiksa atau dijatuhi pidana dan tindakan yang bersifat kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->b)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak pengenaan pidana mati atau penjara seumur hidup bagi anak dibawah usia 18 tahun;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->c)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak penangkapan, penahanan dan pidana penjara hanya dikenakan bagi anak sebagai tindakan dalam upaya terakhir dan untuk jangka waktu yang sangat singkat/pendek;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->d)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">     </span><!--[endif]-->Hak pemisahan dari orang dewasa dan hak untuk melakukan hubungan dengan keluarganya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->e)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk dirampas kemerdekaan secara melawan hukum atau sewenang-wenang;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->f)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak atas bantuan hukum;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->g)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk diperlakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan pemahaman anak tentang harkat dan martabatnya, pertimbangan usia ketika diajukan kepangadilan atau pertimbangan usia ketika dijatuhi pidana;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l1 level2 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->h)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak  yang dijamini oleh undang-undang, yakni :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(1)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Asas praduga tak bersalah;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(2)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Pemberitahuan isi tuduhan secara cepat dan langsung melalui orang tua, wali atau kuasa hukumnya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(3)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Pemutusan perkara tanpa penundaan dan tidak memihak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(4)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Pemeriksaan tanpa paksaan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(5)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Peninjauan atas putusan oleh badan/kekuasaan yang lebih tinggi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level3 lfo1;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->(6)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">   </span><!--[endif]-->Penghargaan secara penuh kerahasiaan pribadi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: list 54.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->i)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak menjalani pidana dengan cara-cara yang sesuai dengan kesejahteraannya dan seimbangan dengan keadaan lingkungan mereka serta pelanggaran yang dilakukannya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->4.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Ditegaskan bahwa <em>hak anak adalah hak asasi manusia dan untuk kepentingan hak anak itu, diakui dan dilindungi oleh hukum bahkan sejak dalam kandung.</em> (Pasal 52 ayat 2 UU No. 39 Tahun 1999)</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Selanjutnya dikenalbeberapa hak anak sebagaimana diatur dalam Pasal 52 s.d. 66, seperti antara lain :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->a)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak atas perlindungan oleh orang tua, keluarga dan masyarakat dan negara;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->b)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk hidup sejak dalam kandungan, mempertahankan hidup dan menginkatkan  taraf kehidupannya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->c)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak atas nama sejak kelahirannya dan status kewarganegaraannya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->d)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">     </span><!--[endif]-->Hak perawatan, pendidikan, pelatihan dan bantuan khusus atas biaya negara bagi anak-anak cacat fisik atau mental;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->e)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak beribadah menurut agamanya, berpikir dan berekspresi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->f)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak untuk mengetahui orangh tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri dan atau walinya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->g)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk dibesarkan, dipelihara, dirawat, dididik, diarag\hkan dan dimbiing kehidupannya oleh orang tuanya/wali hingga dewasa;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->h)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk mendapatkan orang tua angkat/wali;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->i)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak mendapat perlindungan hukum dari berbagai bentuk kekerasan fisik, mental, penelantaraan, perlakuan buruk, dan pelecehan seksual;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->j)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak untuk tidak dipisah dari orang tuanya, kecuali jika ada alasan dan aturan hukum yang sah demi kepentingan terbaik bagi anak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->k)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->l)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak untuk mencari, menerima dan memberikan indrmasi sesuai dengan tingkat intelektualitasnya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->m)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">    </span><!--[endif]-->Hak untuk beristirahat, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berrekreasi sesuai minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->n)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial secara layak;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->o)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk tidak diabaikan dalam peristiwa peperangan, sengketa bersenjata, kerusuhan sosial, dam peristiwa lain yang mengandung unsur kekerasan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->p)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak perlindungan dari kegiatan eksploitasi ekonomi, dan setiap pekerjaan yang membahayakan dirinya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->q)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk tidak dijadikan sasaran penganiyaan, penyiksaan atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->r)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak untuk tidak dijatuhi pidana mati pidana seumur hidup;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->s)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak untuk tidak dirampas kebebasannya secara melawan hukum;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->t)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak untuk mendapatkan dan menjalani pidana penjara sebagai usaha terakhir;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->u)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak mendapatkan perlakuan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan pengembangan pribadi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->v)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lain ;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->w)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">    </span><!--[endif]-->Hak membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Hak-hak anak dalam undang-undang ini merupakan hak yang diakui dan dilindungi, dan merupakan undang-undang payung <em>(umbrella act)</em> yang dimungkinkan untuk dijabarkan lebih kanjut ke dalam  berbagai undang-undang sektoral.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->5.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 2 Tahun 1989 Tentang Pendidikan Nasional.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Pasal 5 undang-undang ini antara lain menegaskan bawha<em> “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan”.  </em>Pengertian setiap orang di sini termasuk  anak juga berhak untuk mendapatkan pendidikan. Pengakuan ini bukan saja ditujukan bagi setiap warganegara (anak) yang sehat jasmaniah dan rohaniah, tetapi juga  mereka yang memiliki kelainan fisik dan atau mental melalui pendidikan kura biasa. (Pasal 8).</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->6.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Di dalam undang-undang ini dinyatakan bahwa hak anak adalah hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga dan masyarakat, pemerintah dan negara.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dalam Pasal  4 s.d. 18 dinyatakan bahwa hak-hak anak  meliputi :</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->a)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang dan berpartisipasi secara wajar;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->b)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->c)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak beribadah menurut agamanya, berpikir dan berekspresi sesuai tingkat kecerdasaan dan usianya, dalam bimbingan orang tua;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->d)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">     </span><!--[endif]-->Hak untuk mengetahui orang tua, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->e)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->f)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Khusus bagi anak cacat dapat memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan yang unggul mendapatkan pendidikan khusus;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->g)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan dan usianya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->h)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul debfab anak sebaya, bermain, berekreasi sesuai minat dan tingkat kecerdasannya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->i)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak anak cacat untuk memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->j)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak untuk dilindungi dan diperlakukan dari diskriminasi, ekspolitasi, baik ekonomi maupun seksual, penelantaraan, kekejaman, kekerasan, penganiyaan, ketidakadilan, perlakuan salah lainnya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->k)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->l)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">        </span><!--[endif]-->Hak perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, pelibatan dalam kerusuhan sosial, perlibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, dan pelibatan dalam peperangan;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->m)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">    </span><!--[endif]-->Hak memperoleh perlindungan dari sasasran penganiyaan atau penjartuhan pidana yang tidak manusiawi;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->n)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak memperoleh kekebasan sesuai hukum;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->o)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak untuk mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan dipisahkan dari orang dewasa bagi anak yang dirampas kemerdekaannya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->p)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak mendapatkan bantuan hukum;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->q)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Hak membela diri dari memperoleh keadilan didepan pengadilan.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->r)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak untuk dirahasikan bagi anak korban kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level5 lfo6;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->s)<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">       </span><!--[endif]-->Hak mendapat bantuan hukum dan bantuan lainnya;</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; text-indent: -18.0pt; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="color: #000000;"><!-- [if !supportLists]-->7.<span style="font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: 'Times New Roman';">      </span><!--[endif]-->Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 1948 Tentang Ketenagakerjaan,</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Di mana ditagaskan bahwa anak-anak tidak diperbolehkan menjalankan pekerjaan, dan orang muda tidak diperkenankan melakukan pekerjaan di malam hari.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dilkaji dari perspektif  politik hukum,  implementasi hak-hak anak ke dalam berbagai peraturan  di Indonesia  perlu dikonsistensikan, baik menyangkut substansi, struktur maupun kulturnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi saling tuding antara pihak pemerintah sebagai pekindung hak-hak anak dengan peran orang tua dan masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat sebagai pendukung. Yang jelasnya bahwa perlindungan anak merupakan tanggungjawab bersama yang mesti dilakukan secara bermanfaat dengan penuh rasa keadilan.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dalam konteks demikian, maka usaha pemenuhan kesejahteraan anak  hendaknya dilihat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan perlindungan anak <em>(child protection policy)</em> dan kebijakan kesejahteraan anak <em>(child welfare policy).</em>.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;"><strong><em>E. Rasionalisasi Perlindungan Anak Korban Kekerasan di Maluku</em></strong></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Usaha  perlindungan anak <em>(kesejahteraan anak) </em>selama dan pasca konflik Maluku bagi anak korban kekerasan sejak tahun 1999 hingga saat ini boleh dikatakan belum maksimal, dibandingkan dengan apa yang anak-anak hadapi. Diakui bahwa usaha perlindungan anak semestinya dilakukan dalam konteks kebijakan <em>(policy)</em>, yakni usaha untuk mengalokasikan kepentingan sosial dan kemanusiaan yang merupakan perhatian pemerintah.  Kebijakan<em> (policy)</em> di sini dirumuskan sebagai suatu keputusan yang menggariskan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara kolektif. (Barda Nawawi Arief, 1996 : 63)</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Tidak dapat disangkal bahwa  selama konflik Maluku, anak-anak yang menjadi korban kekerasan, termasuk mereka yang secara langsung merasakan dampaknya banyak yang terabaikan. Umumnya anak-anak  hidup dalam situasi dan budaya peperangan, ketika konflik pecah <em>(Childern in Armed conflict)</em>, yang mengakibatkan terjadinya pengungsian, penderitaan, kesengsaraan, kelaparan dan sebagainya.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dengan jatah makan yang secukupnya, anak-naka ini terpaksa menerima apa adanya, tanpa mempertimbangkan gisi dan kualitas makanan. Di mana-nama tidak ada sekolah, tidak ada kesempatan bermain, bahkan tidak ada pula canda dan tawa. Yang ada hanyalah ketakutan dan perelindungi  diri dari desingan peluru dan dentuman granat dan bom.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Ketika konflik mereda, walaupun dalam suasana yang masih mencekam, dengan jiwa penuh tanggungjawab, para volunter dari beberapa lembaga swadaya masyarakat di Kota Ambon berusaha datang dan masuk ke lokasi-lokasi pengungsian untuk membangkitkan semangat anak-anak melalui program rehabilitasi sosia.l. Sekolah darurat dididirikan dengan menggunakan gedung-gedung ibadah ruangan yang dapat menampung anak-anak, tidak perlu daya tampung, yang penting adalah anak bisang berkumpul dan mendengar mata pelajaran. Guru-guru yang mengungsi dilibatkan tanpa mempersoalkan latar belakang asal sekolah, yang menjadi perhatian saat itu anak-anak harus bersekolah, karena selama beberapa sejak konflik pecah tidak ada kegiatan belajar mengajar. Kurikulum sekolah yang digunakan dalam model pendidikan alternatif ini adalah penyesuaian dengan kondisi yang ada disamping <em>“trauma counseling”</em>, dengan melibatkan consuler-consuler yang telah dilatih.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Dalam kondisi demikian, tidak banyak yang diharapkan dan bagaimanapun juga untuk dua atau tiga  generasi anak-anak di Maluku akan mengalami keterpurukan, mengingat sejak konflik, penggunaan suatu lokasi sekolah dapat dijadwalkan untuk digunakan oleh 3 hinggai 4 sekolah dalam sehari, karena itu alokasi waktu beberapa mata pelajaran untuk satu sekolah hanya dipriositaskan pada beberapa mata pelajaran tertentu.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Kondisi demikian tidak merata, ada sekolah yang mempunyai kesempatan untuk melakukan proses belajar mengajar, tetapi ada pula sekolah yang sama sekali tidak dapat melakukan aktivitas proses belajar mengajar. Belum lagi buku-buku paket pelajaran baik untuk murid sekolah maupun bagi guru.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Persoalan kini bagaimana dengan fungsionalisasi hak-hak anak sebagaimana yang telah terimplementasi dalam peraturan perundangan-undangtan di Indonesia selama ini. Jawabannya memang tidak mudah, sebab usaha perlindungan akan merupakan tanggungjawab bersama semua pihak.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;"><strong><em>F. Penutup</em></strong></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18.0pt; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Ternyata usaha untuk memenuhi kesejahteraan anak melalui berbagai perangkat perundang-undangan selama ini di Indonesia belum dapat dilakukan secara maksimal, padahal diakui bahwa implementasi hak-hak anak telah nampak jelas dalam berbagai peraturan perundang-undangan, hanya saja tidak diiukti dengan kebijakan perlindungan jelas,  sehingga keseeriusan untuk melakukan usaha perlindungan masih saling menunggu.  Alasan klasik seperti terbatasnya dana yang dialokasikan bukanlah merupakan hal yang patud ipersoalkan, sebab usaha perlindungan anak bukan terletak pada persoalan pembiayaan semata. Yangmesti menjadi perhatoan kita adalah, apakah ada keseriusan atau tidak terhadap usaha perlidnungan anak selama ini </span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="color: #000000;"><em>Daftar Pustaka</em></span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Adji, Oemar Seno,  <em>Hukum dan Hukum Pidana,</em> Erlangga, Jakartal, 1984</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Ancel, Marc,  <em>Social Defence a, modern approach to crminal problem</em>,  Routledge &amp; Paul Kegan, London.</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Arief, Barda Nawawi,  <em>Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan Dengan Pidana Penjara</em>, Ananta, Semarang, 1994</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-,  <em>Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana</em>, Citra Aditya, Bandung, 1996</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Gosita,  Arif,  Masalah Korban Kejahatan, Akademika Presindd, Jakarta, 1983</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;, Perlindungan Anak , Akademika Presindo, Jakarta, 1983</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Hadisuprarto,  Juvenille Delinquency (Pemahaman dan Penanggulangannya), UNDIP, Semarang,  1996</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Pasalbessy, <em>Tindakan Sebagai Pidana Yang Tepat Bagi Anak Yang Dipersahkan Melakukan Tindak Pidana,</em> Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Pattimura, 1987</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Pecker, Herberth, <em>The Limits of  The Crminal Sanctions</em>, Stanford, California, Stanford University Press, 1985</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -54.0pt;"><span style="color: #000000;">Soerjono ,  Sokanto, Penegakan Hukum , BPHN Depkeh, 1983</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%; tab-stops: 352.0pt;"><span style="color: #000000;">Sudarto,   <em>Kapita Selekta Hukum Pidana</em>, Alumni, Bandung, 1981           </span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;,  <em>Hukum dan Hukum Pidana,</em> Alumni, Bandung, 1981</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;,   <em>Hukum Pidana dan Perkembangan Masyarakat</em>, Sinar Baru,  Bandung, 1983</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%;"><span style="color: #000000;">Tappan, Paul,  Juvenille Delinquency, Mc Graw Hill Book Company, Inc, 1949</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 45.0pt; text-indent: -45.0pt;"><span style="color: #000000;">United Nations, Human Rights <em>A Compilatonof International Instruments</em> (Volume I Second Part) Universal Instrrumens</span></p><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 45.0pt; text-indent: -45.0pt;"><span style="color: #000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;,  <em>A Compilatonof International Instruments</em> (Volume II Forts  Part) Universal Instrrumens</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
				</div>
		<p>The post <a href="https://fh.unpatti.ac.id/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/">IMPLEMENTASI HAK-HAK ANAK di INDONESIA  (Kajian Terhadap Usaha Perlindungan Anak Korban Kekerasan Selama Konflik Di Maluku)</a> appeared first on <a href="https://fh.unpatti.ac.id">Fakultas Hukum Universitas Pattimura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fh.unpatti.ac.id/implementasi-hak-hak-anak-di-indonesia-kajian-terhadap-usaha-perlindungan-anak-korban-kekerasan-selama-konflik-di-maluku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
