Benchmarking jurnal

Tim Pengelola Jurnal FH Unpatti Benchmarking ke UI untuk Perkuat Tata Kelola dan Target Indeksasi Scopus

Berita

Fakultas Hukum Universitas Pattimura (FH Unpatti) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah melalui kegiatan benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D Lantai 4, Ruang D.402, FH UI, Depok, Jawa Barat, ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai tata kelola jurnal, kualitas editorial, serta strategi mencapai indeksasi internasional.

Tim FH Unpatti bertemu dengan pengelola The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang diwakili oleh Managing Editors Theresia Dyah Wirasri dan Yvonne Kezia Dhianingtyas Nafi, serta Website and Content Developer Yosia Ardianto Setyawan.

Dalam pertemuan tersebut, tim pengelola jurnal FH Unpatti memperoleh berbagai masukan strategis berdasarkan pengalaman pengelolaan jurnal di lingkungan FH UI, termasuk perjalanan jurnal yang berhasil mencapai indeksasi Scopus dengan peringkat Q2.

Salah satu pembahasan utama adalah pentingnya membangun identitas dan fokus keilmuan jurnal secara lebih spesifik. Hal ini menjadi perhatian bagi Jurnal Sasi dan Batulis Civil Law Review yang sebelumnya memperoleh catatan dalam proses pengajuan indeksasi Scopus terkait ruang lingkup keilmuan yang dinilai terlalu luas.

Dalam diskusi tersebut, Jurnal Sasi diarahkan untuk memperkuat spesialisasi pada bidang Hukum Adat, sedangkan Batulis Civil Law Review pada bidang Hukum Perdata. Penegasan fokus tersebut diharapkan dapat membangun identitas akademik yang lebih kuat, meningkatkan konsistensi substansi artikel, serta memperjelas posisi jurnal dalam komunitas keilmuan internasional.

Selain fokus keilmuan, pembahasan juga menyoroti perbedaan orientasi penilaian akreditasi nasional dan indeksasi internasional. Indeksasi Scopus lebih menekankan kualitas dan substansi artikel, sedangkan akreditasi nasional melalui SINTA memberikan perhatian besar terhadap tata kelola, proses pengelolaan, dan kelengkapan administratif jurnal.

Aspek internasionalisasi turut menjadi perhatian dalam benchmarking ini. Pengelola jurnal didorong untuk memperkuat keterlibatan editor dan reviewer dari berbagai negara secara substantif, bukan sekadar mencantumkan nama dalam struktur dewan editorial. Keterlibatan tersebut diharapkan berkontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan editorial, penilaian naskah, serta perluasan jejaring akademik internasional.

Diskusi juga membahas kebijakan bahasa publikasi dan kelengkapan metadata. Artikel berbahasa Indonesia tetap dimungkinkan, dengan penguatan metadata berbahasa Inggris seperti abstrak, kata kunci, dan bibliografi untuk mendukung keterjangkauan jurnal oleh komunitas akademik internasional.

Di samping itu, konsistensi jadwal penerbitan, selektivitas artikel, independensi editorial, pendanaan, serta regenerasi pengelola menjadi bagian penting dari pembahasan. Pengelola jurnal juga memperoleh masukan mengenai pentingnya kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses publikasi ilmiah, termasuk kewajiban pengungkapan penggunaan AI oleh penulis dan perlindungan kerahasiaan manuskrip dalam proses peer review.

Dari sisi teknologi, penggunaan Open Journal Systems (OJS) dinilai masih memadai untuk mendukung pengelolaan jurnal, sepanjang disertai pemeliharaan sistem, keamanan server, dan pengelolaan yang disiplin. Sementara itu, penggunaan platform penerbitan berbayar dapat dipertimbangkan sebagai alternatif apabila kebutuhan dan sumber daya institusi telah memungkinkan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, FH Unpatti memperoleh sejumlah pembelajaran penting untuk ditindaklanjuti dalam pengembangan jurnal ilmiah di lingkungan fakultas. Penguatan fokus keilmuan Jurnal Sasi dan Batulis, peningkatan selektivitas artikel, profesionalitas editorial, konsistensi penerbitan, serta pengembangan jejaring internasional menjadi bagian dari agenda peningkatan mutu publikasi ilmiah.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan, standar operasional prosedur (SOP), dan program kerja yang terukur. Dengan demikian, jurnal ilmiah FH Unpatti semakin siap bersaing dan berkontribusi dalam ekosistem publikasi akademik nasional maupun internasional.