Narasumber menyampaikan materi tentang pengembangan kurikulum, penjaminan mutu, dan transformasi pendidikan tinggi pada Lokakarya Kurikulum FH Unpatti 2026.

FH Unpatti Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE dan Standar Internasional Menuju Akreditasi ACQUIN

Berita

Fakultas Hukum Universitas Pattimura (FH Unpatti) menggelar Lokakarya Kurikulum Program Studi Ilmu Hukum Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Auditorium Lantai 3 Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Kegiatan ini mengusung tema “Pembaruan Kurikulum Fakultas Hukum Universitas Pattimura Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Standar Internasional Menuju Akreditasi ACQUIN” sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik dan persiapan menuju akreditasi internasional.

Lokakarya dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Adonia Ivonne Laturette, S.H., M.H., serta dihadiri oleh para wakil dekan, Ketua Senat Fakultas Hukum, pimpinan program studi, dosen, mahasiswa, alumni, praktisi hukum, mitra kerja sama, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan proses pendidikan hukum tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika masyarakat yang terus berubah. Menurutnya, pembaruan kurikulum juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi bertaraf internasional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Dr. Sherlock Halmes Lekipiouw, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pendidikan tinggi hukum memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki integritas, profesionalisme, dan kemampuan akademik yang kuat. Namun demikian, penyelenggaraan pendidikan hukum saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan profesi hukum, transformasi digital, serta tuntutan kompetensi global.

“Transformasi pendidikan tinggi hukum harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami aspek normatif hukum, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan mampu menjawab berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai forum akademik dan evaluasi kurikulum, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan perspektif mengenai pengembangan kurikulum, penjaminan mutu, dan transformasi pendidikan tinggi. Narasumber pertama, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, memaparkan paradigma pengembangan kurikulum Universitas Pattimura yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kebutuhan pemangku kepentingan.

Sementara itu, Dr. Bruri M. Laimeheriwa, S.Pi., M.Si., Ketua Pusat Penjaminan Mutu dan Akreditasi Universitas Pattimura, menyampaikan materi mengenai pentingnya implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas akademik program studi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan budaya mutu, evaluasi kurikulum secara berkala, serta kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Adapun narasumber lainnya, Revannry Rehatta, mewakili Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Universitas Pattimura, memaparkan pemanfaatan sistem informasi dan transformasi digital dalam mendukung tata kelola akademik yang efektif, efisien, dan berbasis data.

Melalui pelaksanaan lokakarya ini, Fakultas Hukum Universitas Pattimura menghimpun berbagai masukan dari unsur akademisi, praktisi, alumni, mahasiswa, dan mitra kerja sama guna menyusun kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu hukum, kebutuhan profesi, serta tuntutan global. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyempurnaan struktur kurikulum, penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengembangan metode pembelajaran inovatif, serta peningkatan kualitas lulusan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Fakultas Hukum Universitas Pattimura dalam memperkuat mutu pendidikan hukum sekaligus mempercepat langkah menuju akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Dengan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada standar global, Fakultas Hukum Universitas Pattimura optimistis dapat menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan hukum di tingkat nasional maupun internasional.